RSS

Kita Berhak Mempengaruhi Takdir Kita…

07 Jan

…Setiap Bencana yang Menimpa di Bumi dan Yang menimpa dirimu sendiri, melainkan di kitab (Lauh Mahfuz) telah tertulis sebelum kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu sangat mudah bagi Allah…(Q.S Al Hadid : 22)

….Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas’ud radiallahuanhu beliau berkata : Rasulullah menyampaikan kepada kami dan beliau adalah orang yang benar dan dibenarkan : Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya sebagai setetes mani selama empat puluh hari, kemudian berubah menjadi setetes darah selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal daging selama empat puluh hari. Kemudian diutus kepadanya seorang malaikat lalu ditiupkan padanya ruh dan dia diperintahkan untuk menetapkan empat perkara : menetapkan rizkinya, ajalnya, amalnya dan kecelakaan atau kebahagiaannya. Demi Allah yang tidak ada ilah selain-Nya, sesungguhnya diantara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli syurga hingga jarak antara dirinya dan syurga tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli neraka maka masuklah dia ke dalam neraka. sesungguhnya diantara kalian ada yang
melakukan perbuatan ahli neraka hingga jarak antara dirinya dan neraka tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli syurga maka masuklah dia ke dalam syurga. (Riwayat Bukhori dan Muslim).

Berdasarkan hadist shahih yang disebutkan di atas, Rasulullah menyampaikan bahwa ada empat perkara yang Allah tentukan bagi manusia, yaitu rizkinya, ajalnya, amalnya, kebahagiaan dan kecelakaannya (dalam hal ini termasuk jodoh, musibah, dan sebagainya)…perlu pemahaman yang mendalam untuk memahami makna yang terkandung dalam hadist ini…tak bisa dipahami secara parsial, karena bila parsial maka yang terjadi adalah pesimis atau bisa jadi putus asa dalam mengarungi kehidupan ini…

Baiklah…yang pertama, di dalam Al Quran Surat Alhadid ayat 22 dan hadist yang tersebut di atas memiliki korelasi dalam pembahasan salah satu rukun iman yaitu Qadha dan Qadar…secara maknawi Qadha di sini berarti ketetapan Allah yang belum terjadi, sedangkan Qadar bermakna ketetapan Allah yang telah terjadi atau sering kita kenal dengan istilah takdir…(Kita sering tertukar mengucapkannya)…maka seyogyanya kata takdir itu setelah ketentuan itu terjadi…

kedua, di dalam hadist tersebut rasul menyebutkan kata Yaktub terhadap empat perkara tadi, yang secara lughowi bermakna menuliskan, kemudian diperjelas di surat Al hadid ayat 22 tadi ketetapan itu ditetapkan sebelum diwujudkan, kalimat yang digunakan adalah Qabla yang biasanya ini digunakan untuk menyampaikan sesuatu yang tidak berjarak lama…

Ketiga, kesuksesan hidup seseorang itu ditentukan oleh akhirnya…ini yang kemudian disebut dengan husnul khotimah atau suul khotimah…

Keempat, yang saya fahami dalam makna hadist dan beberapa ayat yang berhubungan dengan hadist ini, bahwa ketetapan ajal dan ketetapan atas tiga perkara lainnya itu berbeda…tiga perkara inilah yang kemudian saya maksud kita berhak untuk mempengaruhinya…

Maha suci Allah yang telah menyimpan rahasia yang tersembunyi di balik firmanNya, dan hadist dari Rasulullah SAW…sesungguhnya bila kita pelajari lebih mendalam dari hadist dan ayat di atas, maka sesungguhnya kita mempunyai hak untuk ikut mempengaruhi narasi kehidupan kita hingga akhirnya mencapai kesuksesan di akhir hidup kita… kenapa saya hanya menyebutkan surat Al Hadid ayat 22 saja?karena ayat inilah yang memiliki korelasi yang sangat kuat terhadap pembahasan takdir dalam hadist ini…

ada makna tersirat yang disampaikan “telah tertulis sebelum kami mewujudkannya” dengan menggunakan kata qabla tadi…inilah yang dimaksud dengan qadha, Allah itu maha mengetahui apa yang terbaik bagi hambaNya…sehingga Allah pun Maha Adil dalam menilai ikhtiar hambaNya… ini kata kuncinya, ikhtiar yang dilandasi keimanan…ikhtiar untuk mewujudkan takdir, takdir terhadap amal kah, takdir terhadap rizki kah atau takdir terhadap kebahagiaan dan kecelakaan kah…kata Qabla tadi, akan tertulis takdir terhadap kita di lauh mahfuz tak lama sebelum takdir itu terjadi…

Rahasia Allah yang tersimpan bagi hambaNya yang mau berpikir, orang yang amalnya sehasta terhadap syurga bisa masuk ke neraka bila ikhtiar tadi ternodai, sehingga takdir terhadapnya berlaku suul khotimah…pun sebaliknya.sekali lagi Allah maha adil…

Hadist dan ayat Al quran ini, sebenarnya adalah hujjah yang memerintahkan kita untuk senantiasa produktif, tidak pesimis, senantiasa berjuang menjemput takdir terbaik baginya…atau sebaliknya tak boleh terlena dengan kenyamanan yang dia rasakan.. sekali lagi perjuangan itu landasannya hanyalah keimanan…kenapa?karena kasih nya Allah hanya untuk orang-orang yang beriman…

kita berhak mempengaruhi takdir terhadap tiga perkara tadi yang akan terjadi pada kita dengan ikhtiar yang berlandaskan keimanan, makna keimanan di sini dalam arti yang sesungguhnya…Bagaimana ikhtiarnya?tentu dalam setiap kasus pasti berbeda, dan membutuhkan pembahasan yang berbeda…yang terpenting adalah koridornya tetap dalam islam…

So berjuanglah untuk mewujudkan harapanmu, menjemput takdirmu yang akan tertulis atasmu…karena Allah Maha Adil…bukankah kita sering mendengar hasil berbanding lurus dengan ikhtiar…hasil itulah takdir…Wallahua’lam…

*Semoga bisa sedikit menjawab pertanyaan yang sering ditanyakan kepada saya tentang ini…dan semoga tidak puas, karena ilmu manusia sangatlah sedikit…hamba mohon ampun kepadaMu ya Allah bila terdapat kekeliruan dalam memahami ayat-ayat dan seluruh ciptaanMu…

 
5 Comments

Posted by on January 7, 2011 in Uncategorized

 

Tags: , ,

5 responses to “Kita Berhak Mempengaruhi Takdir Kita…

  1. deezeeka

    January 7, 2011 at 10:37 am

    keren…like this.
    jadi tiga perkara itu jodoh, rezeki, dan apa?

     
  2. agus rosmanto

    January 7, 2011 at 4:34 pm

    mantap………….tapi para sufi perpandangan ada 3 tentang konsep takdir!!!!!

     
  3. arhaminkr

    January 8, 2011 at 12:39 am

    Hadist yang sy sebutkan di atas, sanadnya shahih…diriwayatkan oleh dua perawi hadist yang tak diragukan lagi…dan hadist ini merupakan hadist keempat dalam rangkaian hadist arbain…seperti yg sy sebutkn diatas, butuh pemahaman yg mendalam…ketetapan yg ditetapkan sesuai dg yg tercantum di hadist tersebut…Wallahua’lam,,,

     
  4. Widia S

    April 4, 2011 at 9:04 pm

    hmm…yup memang qt sangat berpengaruh terhadap tiga takdir tsb…berbicara masalah takdir,Allah menulis taqdir dalam 4 bentuk, yaitu:
    1. Taqdir saabiq, yaitu penulisan taqdir bagi seluruh makhluk di lauh mahfudz 50 ribu tahun sebelum penciptaan bumi dan langit.
    2. Taqdir úmri, yaitu penulisan taqdir bagi janin ketika berusia 4 bulan.
    3. Taqdir sanawi, yaitu penulisan taqdir bagi seluruh makhluk setiap tahunnya pada malam lailatul qodr.
    4. Taqdir yaumi, yaitu penulisan terhadap setiap kejadian setiap harinya.
    Keempat macam penulisan taqdir tersebut memungkinkan terjadinya perubahan kecuali pada taqdir sabiq. Sebagaimana firman Allah: (Surat Ar-Ra’d: 39 “Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauh mahfuzh). “…
    Taqdir Allah sama sekali bukan sebagai pemaksaan, Allah lebih tahu terhadap hambanya yang pantas mendapatkan kebaikan dan yang tidak.

     
    • arhaminkr

      April 5, 2011 at 1:03 am

      Terima kasih atas pencerahannya…semoga bermanfaat…so, silahkan kita menulis harapan2 kita…dan berjuang dengan sungguh2 untuk mewujudkannya…karena Allah Maha berkehendak, dan Maha Tahu apa yang terbaik bagi kita…Wallahu a’lam..

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: