RSS

Syurga hatiku hanyalah milikNya

15 Dec

Apa kabar hati? Kebahagiaan? Kesedihan?

Kugoreskan pena hati setelah sekian lama merasakan film kehidupan

Jika kuputar lagi tinta hidup, maka jatuhnya seperti putaran kaset dalam satu CD

Karena inilah hidup. Hidup untuk bertahan.

Bagiku hidup adalah untaian mutiara

Mensyukuri apa-apa yang kita miliki akan lebih mulia daripada mengeluhkan apa yang tidak kita miliki

Dan jika bukan karena campur tangan Sang Pemilik Skenario, aku tidak akan pernah tau apa arti keikhlasan

Oleh sebab setiap perjumpaan pasti ada perpisahan

Berfikirlah untuk memperjuangkannya

Berfikirlah untuk membuat ending yang seharusnya

Agar tidak ada alasan untuk menangis dan menyesali

Agar tidak ada alasan untuk berhenti terbang karena salah satu sayapnya sengaja kau patahkan

Ibarat sebuah karang, jika setiap detiknya diguyur derai ombak, maka suatu saat pun akan tampak berlubang

Maka itulah kesabaran. Itulah harapan

Bermimpi itu penting, tapi melangkah dari segala angan itu lebih penting

Agar ketika nanti ku terbangun, aku hanya akan melihat mimpi baru

Sesuatu yang harus diperjuangkan

Sesuatu yang harus dipertahankan itulah

Sesuatu yang tidak perlu aku menjadi pemenangnya

Tetapi sesuatu yang membuatku merasa berharga untuk menikmati hidup

***

 

Sahabatku,

Ketika aku menuliskan ini, ketahuilah aku sedang dalam kondisi yang tidak baik. Rumah sakit itu, setiap saat selalu berada dalam kesunyian. Ketika terdengar bunyi yang meredup redam, mengalihkan kecurigaanku untuk sesaat. Hanya rintik hujan yang belum selesai menghamburkan rizkiNya. Sebagian dengan terangnya, dan sebagian dengan gelapnya. Alangkah senang mereka yang mendapati dirinya melihat pelangi kedamaian.

Sahabatku, hidup adalah pembelajaran. Belajar dari melihat, membaca, dan merasakan. Belajar dari kesabaran Nabi Ayyub dan ketegaran Nabi Ibrahim. Belajar dari keikhlasan cinta Ali dan Fatimah. Dan tentu saja, belajar dari kesuksesan dakwah Rasulullah.

Sahabat, jika menurutmu aku punya posisi penting dalam lembar tulisan ini, maka izinkanlah kita merenungi ayat cinta dari Sang Pencinta. Karena hanya Ia satu-satunya Sang Maha Cinta. Menurunkan firman-firman kelembutan bagi para pendosa. Dan yang tak pernah lelah menunggu manusia untuk kembali di jalanNya.

Allah, sungguh. Memang hanya Engkau. Menuliskannya membuat hatiku bergetar. Memikirkannya membuatku tak sanggup  berkata.

dan Dia (Allah) yang mempersatukan hati mereka (orang yang beriman). Walaupun kamu menginfakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sungguh, Dia Maha Perkasa, Maha Bijaksana” (QS. Al-Anfal:63)

Apakah tidak terfikir olehmu betapa luar biasanya? Betapa teramat sayang Ia pada orang-orang beriman? Mereka yang berada di belahan dunia. Mereka yang berjuang mengatasnamakan negara dan cintaNya. Para syuhada yang tak gentar menyebutkan keesaan asma Allah. Apa yang membuat hatimu tergerak selain oleh karena rasa kemanusiaan? Apa yang membuatmu merasa tidak nyaman atas bahagia yang kau dapatkan, di sisi lain mereka membutuhkan dekapan pertolongan? Itulah islam. Islam adalah satu tubuh. Ketika matamu mengeluarkan airmata kepedihan maka tanganlah yang akan menghapusnya.  Itulah islam. Tidak terpisahkan oleh ruang dan waktu. Dimanapun komunitas mereka, sejauh dan seekstrim apapun kondisinya. Ketahuilah persaudaraan islam itu terletak di jiwa, bukan toritorial apalagi masa. Jika Allah berkehendak, maka kau pun akan ikut merasakan hadirnya. Kehadiran sebentuk kasih sayang,  kehangatan persahabatan dan persaudaraan.

Ingatlah sahabatku, hati hanyalah segumpal daging. Daging yang darinya lah terpancar berbagai emosi dan fitrah manusia. Jika daging itu baik, maka akan baiklah seluruh amalnya. Hati manusia hanya Allah yang menggenggam. Hati manusia hanya Allah yang mampu membolak-balikkanmya. Janganlah kau menyatakan kepastian di dalam hatimu sesuatu yang tidak kamu istikharahkan. Seseorang yang baru kemarin tertawa kini akan menangis. Seseorang yang terlalu membenci pun suatu saat akan mencintai. Karenanya janganlah kamu berlebihan menanggapi apa yang tersimpan dalam hatimu. Percayakan semua pada Allah. Jagalah semuanya untuk Allah saja, niscaya kamu tidak menemui muara kekecewaan.

“Demi kemuliaan dan kebesaranKu dan juga demi kemurahan dan ketinggian kedudukanKu di atas Arsy.  Aku akan mematahkan harapan orang yg berharap kepada selain Aku dengan kekecewaan.  Akan Aku pakaikan kepadanya pakaian kehinaan di mata manusia.  Aku singkirkan ia dari dekatKu, lalu Kuputuskan hubunganKu dengannya. Mengapa ia berharap kepada selain Aku ketika dirinya sedang berada dalam kesulitan.  Padahal sesungguhnya kesulitan itu berada di tanganKu dan hanya Aku yang dapat menyingkirkannya?  Mengapa ia berharap pada selain Aku dengan mengetuk pintu-pintu lain padahal pintu-pintu itu tertutup? Padahal hanya pintuKu yang terbuka bagi siapapun yang berdoa memohon pertolongan dariKu.  Siapakah yang pernah mengharapkan Aku untuk menghalau kesulitannya lalu Aku kecewakan?  Siapakah yang pernah mengharapkan Aku karena dosa-dosanya yg besar, lalu Aku putuskan harapannya?  Siapakah pula yang pernah mengetuk pintuKu lalu tidak Aku bukakan?

Maka sahabatku, pintalah yang terbaik pada Allah. Dia mengetahui sedangkan kita tidak mengetahui.  Luruskan niat dan kembalikan semua pada keputusanNya. Sesungguhnya segala yang baik itu pasti berbuah syurga. Bagaimana mungkin kita berharap ending yang manis jika permulaannya saja terasa meragukan? Oh Allah, sesungguhnya hanya kepadaMulah kami berserah diri.

Maka Laa Tahzaan. Temukanlah arti kebahagiaan dan hadapi roda kehidupan dengan senyuman terbaik. Believe ^__^

 
4 Comments

Posted by on December 15, 2010 in Uncategorized

 

Tags: , ,

4 responses to “Syurga hatiku hanyalah milikNya

  1. amir zainuddin

    December 15, 2010 at 11:58 pm

    sungguh benar,
    siappun yang benar-benar bertaqwa kepada allah swt berarti ia telah memiliki segala yang ia butuhkan !!!
    allahu akbar, allahu akbar, allahu akbar wa lillahil-hamd !!!

     
    • arhaminkr

      December 16, 2010 at 7:17 am

      Subhanallah…Jazakumullah ya ust udah coment…lama kita tak jumpa ust, rindu ana…kaifa haalukum ya ust?

       
  2. deezeeka

    December 16, 2010 at 9:25 pm

    “Berfikirlah untuk memperjuangkannya

    Berfikirlah untuk membuat ending yang seharusnya

    Agar tidak ada alasan untuk menangis dan menyesali”

    tulisan yang keren. jazakallahu.

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: